Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

cFos Software

cFos Software
cFos Software Untuk Percepat Koneksi internet
Free Website Hosting

Selasa, 29 Juni 2010

Elpiji







Elpiji
Wah, Jutaan Tabung Elpiji Ilegal Beredar
Selasa, 29 Juni 2010 09:31 WIB

DHONI SETIAWAN
tabung gas elpiji
TERKAIT:
Kenali Bagian-bagian Aman Kompor Gas
Pemerintah Akhirnya Bentuk Tim
Soal Elpiji, Tanggung Jawab Bersama
Siap-siap "Class Action" Tabung Gas 3 Kg
Kemelut Tabung Elpiji
GramediaShop: Perpajakan Internasional Sebagai Materi Studi Perguruan Tinggi
GramediaShop: Sukses Mengolah Data Di Bidang Bisnis Dan Industri Dengan Spss 16.0
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusutan penyebab banyaknya kasus ledakan tabung elpiji 3 kilogram (kg) terus berlanjut. Selain produsen tabung, pemerintah juga membentuk tim khusus untuk membereskan persoalan ini.

Yang menarik, seorang pejabat yang turut dalam rapat koordinasi di Kantor Wakil Presiden soal penyelesaian ledakan tabung elpiji bercerita, tim bentukan pemerintah menemukan sekitar 16 juta tabung gas elpiji ilegal beredar di pasar. Kata dia, semestinya sejak 2007 hingga saat ini, total tabung elpiji di pasar hanya sekitar 44 juta unit. Kenyataannya, tabung yang beredar di pasar sudah menembus angka 60 juta unit.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar membeberkan ihwal penemuan tersebut. "Berdasarkan hasil rapat di Kantor Wapres kemarin (dua hari lalu), banyak tabung gas ilegal yang beredar," ungkapnya, Senin (28/6/2010). Di luar itu, sejumlah tabung juga memiliki logo Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu. Sayang, ia enggan membeberkan lebih lanjut mengenai asal-muasal tabung Regal tersebut.

Yang pasti, penanganan peredaran tabung membahayakan ini akan dilakukan oleh semua pihak terkait. Makanya, pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani masalah ini yang beranggotakan berbagai instansi. Setiap instansi punya tugas berbeda.

Kementerian Perdagangan, misalnya, bertugas mengawasi peredaran tabung gas di masyarakat. Lembaga ini harus lebih ketat lagi mengawasi pendistribusian dan peredaran tabung gas. Lalu, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Perindustrian bertugas mencari teknologi selang, regulator, dan tabung yang praktis dan pemakaiannya mudah dipahami masyarakat. Adapun Pertamina berkewajiban memperketat pengawasan pengisian gas di depot pengisian elpiji (SPPBE). "Jika ada tabung gas rusak jangan diterima. Satgas ini diketuai oleh Kementerian ESDM," ungkap Mustafa.

Selain maraknya peredaran tabung ilegal, peristiwa ledakan tabung elpiji juga muncul akibat minimnya pengetahuan masyarakat. Buktinya, ada masyarakat yang memakai selang air untuk selang elpiji. Untuk itulah, Mustafa meminta Pertamina melakukan sosialisasi yang cukup.

Temuan pemerintah soal tabung ilegal sebenarnya tidak mengagetkan. Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi pernah bilang, produsen kerap memproduksi tabung gas melebihi jumlah yang diminta Pertamina. Kelebihan inilah yang kemudian mereka pasarkan sendiri.

Namun, Juru Bicara Pertamina Basuki Trikora Putra justru mempertanyakan angka 16 juta tabung ilegal itu. la menduga data itu muncul dari survei Badan Standardisasi Nasional (BSN). "Angka itu tidak pernah disampaikan kepada Pertamina," tandas Basuki.

Basuki menambahkan, kewenangan penarikan tabung ilegal sebenarnya berada di BSN sebagai penerbit sertifikat SNI. Pertamina juga mengklaim telah mengecek tabung sebelum diedarkan. Toh, Pertamina berjanji memperketat kontrol tabung. Namun, Pertamina menyarankan Kementerian Perindustrian mengecek tabung sebelum masuk ke Pertamina. (Kontan/Fitri Nur Arifenie, Amailia Putri Hasniawati, Ewo Raswa)
Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/29/09310190/Wah..Jutaan.Tabung.Elpiji.Ilegal.Beredar-4

Minggu, 28 Februari 2010

Kemenbudpar Targetkan 200 Juta Voter Pulau Komodo

Jakarta, (tvOne) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menargetkan mampu mengumpulkan sekurang-kurangnya 200 juta voter, dalam ajang Vote Komodo untuk New 7 Wonders of Nature. "Panitia New 7 Wonders sendiri menargetkan ada 1 miliar voter untuk ajang ini, jadi kita harus mendapatkan minimal 200 juta voter untuk komodo," kata Direktur Sarana Promosi Kemenbudpar, Esthy Reko Astuti, di Jakarta, Rabu (24/2).

Padahal jumlah pengguna internet aktif di Indonesia, hanya sekitar 25 juta orang. Oleh karena itu, pihaknya berencana menggencarkan promosi Vote Komodo di luar negeri seperti di China dan Jepang. "Dua negara itu potensial, karena mereka tidak memiliki destinasi yang menjadi finalis dalam pemilihan keajaiban dunia baru," katanya.

Untuk kepentingan itu, pihaknya telah mengusulkan kepada Presiden RI untuk membentuk panitia nasional pemenangan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia versi alam. Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah acara puncak pemilihan "new seven wonders" yang akan digelar pada 2011.

Ia mengatakan, Indonesia berkepentingan dengan acara itu mengingat salah satu destinasi kebanggaan Indonesia yakni Taman Nasional Komodo menjadi finalis "new seven wonders of nature". Dengan menjadi tuan rumah, maka nilai tambah yang akan didapatkan Indonesia sangat besar. Di antaranya, Indonesia akan terpromosikan secara otomatis melalui acara itu.

Pihaknya sedang terus mengupayakan hal itu melalui berbagai persiapan, di antaranya pengusulan anggaran hingga memilih kota yang tepat sebagai tempat pelaksanaan. Dalam waktu dekat, Esthy menambahkan akan kembali menggencarkan kampanye Vote Komodo for New Seven Wonders of Nature di berbagai tempat.

Sampai saat ini, komodo masih menjadi finalis 28 besar dalam keajaiban dunia baru versi alam. Dari 28 finalis itu akan dibagi menjadi 7 kategori, sehingga ada empat nominasi di masing-masing kelas. Pesaing komodo sendiri ada beberapa, di antaranya Blackforrest di Eropa dan Amazon yang berada di tiga negara yakni Argentina, Paraguay, dan Brazil. "Kalau kita bisa dorong bersama, saya optimistis komodo bisa menang," katanya.

Ia menegaskan, sebelum vote kembali dibuka pada 2011. Pihaknya akan menggiatkan kembali, kampanye vote komodo kepada berbagai komunitas. TN Komodo sebelumnya telah sukses menempati peringkat ke-9 dari 56 nominasi dalam kategori "forest, national parks, and reservation" melalui kampanye on-line "new 7 wonders of nature". Jumlah keseluruhan nominasi pada tahap dua adalah 261, dari 222 negara yang terbagi dalam 7 group.

Pada 7 Juli 2009, TN Komodo berada di posisi ke-11 besar Group E, sehingga dapat mengikuti seleksi tahap final. Dengan menempati posisi itu, TN Komodo dipublikasikan oleh New Open Word Foundation sebagai salah satu nominasi keajaiban dunia alam. New Open Word Foundation bekerja sama dengan United Nation Office for Partnership yang berpusat di Swiss, kembali menggelar voting untuk menetapkan tujuh keajaiban dunia alam baru.

TN Komodo sukses masuk dalam daftar 28 kandidat terpilih, sehingga berhak mengikuti seleksi tahap pemilihan finalis terakhir. Pemilihan tujuh keajaiban alam dunia yang baru sesuai pilihan populer dari 28 kandidat terpilih, akan dilanjutkan pada 2010 dan 2011. Dan 7 keajaiban alam dunia yang baru, akan diumumkan secara resmi pada 2011.
(Ant)

Sumber : http://iptek.tvone.co.id/